Bandwidth Management MikroTik RouterOS dengan Queue Tree

Queue Tree memiliki kemampuan lebih canggih dari Simple QueueQueue Tree akan membuat satu arah koneksi pada antrian HTB, setelah itu menambahkan antrian pada antarmuka yang ada secara terpisah. Namun sebelum menggunakan Queue Tree kita harus melakukan konfigurasi mangle terlebih dulu di firewall.

Tidak seperti Simple Queue yang menyediakan opsi target download dan upload, di Queue Tree tidak ada pilihan download dan upload. Koneksi upload dapat ditangkap pada antarmuka public dan koneksi download dapat ditangkap pada antarmuka private/local.

Sebelum versi 6, Queue Tree memungkinkan kita memiliki antrian ganda dalam satu antrian seperti memberi prioritas yang berbeda pada traffik global-in dan global-out, atau membatasi traffik download/upload per client pada satu antarmuka. Tapi sejak versi 6 parent global-in dan global-out sudah disatukan diganti dengan parent global saja dan kita masih tetap bisa membatasi traffik download/upload client pada satu antarmuka. Lihat kembali apa yang baru di versi 6.

Sebagai catatan, jika kita menerapkan 2 antrian yaitu Simple Queue dan Queue Tree pada satu HTB maka Simple Queue akan mendapatkan traffik yang pertama kali. Selain itu Queue Tree tidak memiliki urutan, semua traffik akan dilewati secara bersama-sama, tidak seperti Simple Queue yang memiliki aturan urutan yang sangat ketat. 

Di Queue Tree kita bisa memanfaatkan fitur PCQ (Per Connection Queue) untuk mengenali arah arus. Jika classifier yang digunakan adalah src-address pada private/local interface, maka aliran pcq akan menjadi koneksi upload. Begitu juga dengan dst-address akan menjadi koneksi download.

Bagaimana menggunakan Queue Tree di Mikrotik? Silahkan perhatikan gambar dibawah ini.

1. Pertama-tama lakukan konfigurasi firewall mangle.
  • Tandai koneksi yang terjadi di interface private.

/ip firewall mangle add chain=forward action=mark-connection new-connection-mark=client-conn passthrough=yes in-interface=private
  • Tandai paket download client.

/ip firewall mangle add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=down-client passthrough=yes dst-address=192.168.12.0/24 connection-mark=client-conn
  • Tandai paket download client01. Lakukan juga untuk client02, client03, dst

/ip firewall mangle add chain=postrouting action=mark-packet new-packet-mark=down-client-01 passthrough=no dst-address=192.168.12.1 connection-mark=client-conn
  • Tandai paket upload client

/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=up-client passthrough=yes src-address=192.168.12.0/24 connection-mark=client-conn
  • Tandai paket upload client0. Lakukan juga untuk client02, client03, dst

/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark=up-client-01 passthrough=no src-address=192.168.12.1 connection-mark=client-conn

2. Buat PCQ di Queue Type. 

Mikrotik versi 6.0 ke atas sudah tersedia pengaturan default pcq yang diberi nama pcq-download-default dan pcq-upload-default.


/queue type add name="pcq-upload-default" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=src-address pcq-total-limit=2000 pcq-burst-rate=0 pcq-burst-threshold=0 pcq-burst-time=10s pcq-src-address-mask=32 pcq-dst-address-mask=32 pcq-src-address6-mask=128 pcq-dst-address6-mask=128

/queue type add name="pcq-download-default" kind=pcq pcq-rate=0 pcq-limit=50 pcq-classifier=dst-address pcq-total-limit=2000 pcq-burst-rate=0 pcq-burst-threshold=0 pcq-burst-time=10s pcq-src-address-mask=32 pcq-dst-address-mask=32 pcq-src-address6-mask=128 pcq-dst-address6-mask=128 

3. Kemudian lakukan limitasi untuk masing-masing IP di Queue Tree.
  • Parent antrian untuk koneksi download

/queue tree add name="down" parent=private packet-mark=down-client limit-at=1M queue=default priority=8 max-limit=1M burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
  • Child antrian untuk koneksi download client01. Lakukan langkah yang sama untuk client02, client03, dst

/queue tree add name="down-01" parent=down packet-mark=down-client-01 limit-at=128k queue=pcq-download-default priority=8 max-limit=1M burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
  • Parent antrian untuk koneksi upload

/queue tree add name="up" parent=public packet-mark=up-client limit-at=1M queue=pcq-upload-default priority=8 max-limit=1M burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s
  • Child antrian untuk koneksi upload client01. Lakukan langkah yang sama untuk client02, client03, dst

/queue tree add name="up-01" parent=up packet-mark=up-client-01 limit-at=128k queue=pcq-upload-default priority=8 max-limit=1M burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

Sekarang coba lakukan pengujian, seharusnya sekarang setiap client saling berbagi koneksi. Semoga berhasil...

Sumber :http://www.alkomp.net/2013/12/bandwidth-management-mikrotik-routeros_20.html

Tolong Laporkan Jika Ada Link Yang Error Atau Gambar Tidak Muncul :)
dan mohon untuk mengklik iklan banner untuk kelangsungan blog :)"
Sekalian juga untuk biaya sekolah admin nya. :) terimakasih :)
EmoticonEmoticon